Penyakit campak yang kita kenal juga sebagai Morbili atau Measles, merupakan penyakit yang sangat menular (infeksius) yang disebabkan oleh virus campak (virus morbili). Penyakit campak disebabkan oleh virus RNA yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae yang mudah mati karena panas dan cahaya (termasuk sinar Matahari). Sembilan puluh persen (90%) anak yang tidak kebal akan terserang penyakit campak. Manusia diperkirakan satu-satunya reservoir artinya virus ini memiliki kehidupan zona nyamannya adalah pada manusia.
Sejak dahulu, campak telah dikenal sebagai salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak, khususnya bayi dan balita serta bisa menimbulkan komplikasi yang serius jika tidak ditangani dengan benar. Pada bayi dan balita, penyakit campak dapat terjadinya komplikasi yang berakibat fatal. Contohnya dapat terjadi pneumonia dan ensefalitis. Kasus campak telah berkurang signifikan di beberapa negara berkat program vaksinasi. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa yang tidak pernah divaksin atau belum pernah sama sekali mengalami campak.
Penularannya melalui:
- 1. Percikan Saliva (air liur): penularan dari orang ke orang melalui percikan ludah dan saat seseorang yang terinfeksi penyakit campak mengalami batuk atau bersin, virus dapat menyebar ke udara (airbone) dan menginfeksi orang lain yang berada di dekatnya;
- 2. Kontak Langsung: Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita bisa menjadi sumber penularan;
- 3. Benda yang Terkontaminasi: Virus campak bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi atau balita yang menyentuh benda tersebut kemudian memegang mulut atau hidungnya dapat terinfeksi.
Perjalanan klinis penyakit campak dimulai dari periode masa inkubasi yaitu 7 sampai dengan 18 hari sebelum timbul ruam. Masa prodromal dihitung dari ± 4 hari sebelum timbulnya ruam dan timbulnya ruam sekitar 4-8 hari. Untuk masa penularannya adalah 4 hari dihitung dari masa prodromal sampai dengan 4 hari setelah timbulnya ruam, sehingga ada 8 hari masa penularannya.
Perkembangan terkini situasi penyakit campak secara nasional dan global. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke dua negara dengan terjadinya kasus penyakit campak di dunia. Dan dalam dua bulan (Januari s.d Februari) ini saja untuk tahun 2026 mengalami peningkatan kasus yang sangat signifikan. Pada Februari tahun 2026 ini telah dilaporkan terjadinya penyakit campak sebanyak 8.810, dengan 12 KLB penyakit campak yangmana telah dikonfirmasi oleh laboraorium tersebar di enam (6) provinsi di Indonesia.
Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Sementara pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen). Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi di Indonesia. Penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan kasus campak juga dilaporkan di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat, yang turut meningkatkan risiko penularan lintas negara.
Jadi jika 1 (satu) orang yang terkena penyakit campak dapat menularkan kepada 18 (delapan belas) orang. Sehingga penguatan sistem kewaspadaan dini (SKDR) adalah menjadi prioritas utama kita bersama di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan ditengah masih ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak di sejumlah wilayah Indonesia.
Untuk meneggakkan diagnosa atau mengetahui dengan pasti penyakit campak. Pada umumnya para dokter atau nakes dapat menegakkan dengan melakukkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Yangmana terdiri dari: melakukan Anamnesis (Subjective), berupa: 1. Gejala prodromal berupa demam, malaise, gejala respirasi atas (pilek, batuk); 2. Pada demam hari keempat, biasanya munculnya ruam, yang dimulai pada kepala daerah perbatasan dahi rambut, di belakang telinga, dan menyebar secara sentrifugal ke bawah hingga muka, badan, ekstremitas, dan mencapai kaki pada hari ketiga; 3. Apakah ada tetangga, kerabat dekat yang telah tertular penyakit campak; 4. Masa inkubasi 10-15 hari; 5. Belum mendapat imunisasi campak (MMR).
Pada pemeriksaan Fisik, ditemukan:
- 1. Demam tinggi;
- 2. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya;
- 3. Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus, dan sakit tengorokan;
- 4. Ada pembekakan di leher dan atau daerah paha pada anak dan balita;
- 5. Pada tenggorokan (orofaring) ditemukan koplik spot . tampak seperti bercak putih keabuan dena dasr merah di pipi bagian dalam. Gejala ini timbul sebelummunculnya ruam;
- 6. Timbul bercak kemerahan ruam (rash). Dimulai pada kepala pada daerah perbatasan dahi rambut, di belakang telinga, dan menyebar secara sentrifugal dan ke bawah hingga muka, badan, ekstremitas, dan mencapai kaki;
- 7. Pada hari ketiga, ruam ini perlahan-lahan menghilang. Dengan warna sisa coklat kekuningan atau deskuamasi ringan. Ruam menghilang dalam 4-6 hari setelah diobati dengan baik.
Pengobatan penyakit campak bersifat suportif, meliputi pemberian antipiretik, cairan, dan tata laksana lainnya bila terdapat komplikasi. Dan sebaiknya dianjurkan untuk berkunjung ke FKTP (Puskesmas) terdekat dan atau ke Rumah Sakit jika terlihat penyakit campak yang diderita pada anak atau balita semakin parah.
Para nakes dan dokter umum serta dokter spesialis anak dapat memberikan vitamin A dosis tinggi 1 (satu) kali perhari pada kasus campak selama 2 hari berturut-turut. Dosisnya adalah sebagai berikut, 1. Vitamin A 100.000U per oral (6 bulan sd 1 tahun); 2. Vitamin A 200.000U per oral (>1 tahun); 3. Khusus pada gizi buruk dan/atau komplikasi mata diberikan tambahan pada 2 minggu berikutnya.
Pencegahan penyakit campak paling efektif adalah dengan:
- Vaksinasi MMR (campak, gondongan, rubella): Dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak pada usia 9-12 bulan dan booster pada usia 5-6 tahun (BIAS);
- Berikan air susu ibu (ASI Ekslusif) untuk mencegah infeksi campak pada bayi;
- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun,
- Menghindari kontak dengan penderita campak: Jika Anda tahu seseorang terinfeksi, hindari kontak langsung.
- Meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanann yang bergizi (Isi Piringku), tidur yang cukup serta rutin berolahraga.
Hal-hal yang perlu diperhatikan jika seseorang telah tertular penyakit campak, maka:
- Mengurangi atau tidak sama sekali ada aktivitas di luar rumah, kecuali ke FKTP (Puskesmas) dan atau ke Rumah Sakit;
- Hindari batuk bersin sembarangan. Dianjurkan menggunakan masker bagi penderita penyakit campak.
- Sebisa mungkin untuk tidak melakukan kontak dengan orang lain,
- Tidak melakukan perjalanan jauh seperti menggunakan pesawat terbang dan atau kapal laut serta berpergian lintas daerah;
- Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan menerapkan 6 (enam) langkah mencuci tangan.

